Headlines News :

4 Tipe Utama Pemain Game

Diposkan oleh wans


Adalah sulit untuk menciptakan sebuah game yang akan disukai oleh semua orang, tetapi pada diri tiap orang akan selalu ada minimal satu game yang mereka sukai. Lalu apa yang harus menjadi fokus utama dalam proses mendesain sebuah game agar kemudian game yang kita hasilkan bisa diterima dan disukai?


Anda, kita, sang pemain adalah elemen terpenting dari sebuah game dan yang harus menjadi fokus utama setiap game designer.  Inti dari proses game design adalah menemukan komposisi tantangan yang tepat agar setiap pemain bisa mengekpresikan (kreativitas) dirinya ketika berusaha menyelesaikan tantangan-tantangan tersebut. Ketika sebuah game mampu memberi tantangan yang sesuai bagi target pemainnya maka sebuah game pasti akan mudah diterima dan disukai oleh target pemain tersebut.

Mengenali karakter target pemain menjadi hal yang pertama harus kita lakukan dalam sebuah proses game design. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Professor Richard Bartle setiap pemain bisa dikelompokkan ke dalam 4 tipe karakter berikut:

1. Achievers
adalah karakter pemain yang selalu coba menaklukkan tantangan apapun demi pencapaian terbaik

2. Explorers 
adalah karakter pemain yang bersemangat menjelajah  area baru, mencoba hal baru, dan menemukan berbagai kombinasi baru.

3. Socialisers 
adalah karakter pemain yang begitu tertarik untuk selalu mendengar dan membangun hubungan dengan orang lain.

4. Killers
adalah karakter pemain yang senantiasa rajin menemukan cara kreatif untuk menggangu atau menghambat pemain lain.

Seorang game designer kemudian harus mampu menghadirkan game yang tepat untuk berbagai karakter pemain yang menjadi target utamanya.  Hal ini sedemikian pentingnya sehingga kemampuan mengenali karakter pemain menjadi salah satu kemampuan yang harus selalu diasah dan ditingkatkan oleh seorang game designer.

Dengan kata lain seorang game designer harus selalu mengasah kemampuan empatinya. Ketika sebuah game didesain secara tepat sesuai dengan karakter dari target pemainnya maka game tersebut bisa dipastikan akan bisa dinikmati dan disukai.

Ketika kita telah mampu mengenali karakter dari target pemain kita, hal tersebut tidak merubah fakta bahwa sulit untuk menciptakan sebuah game yang akan disukai oleh semua semua orang. Oleh karena itu sepertinya akan lebih mudah dan lebih menyenangkan jika kita berusaha menciptakan sebanyak mungkin game, sehingga setiap orang kemudian bisa lebih mudah menemukan game yang mereka sukai.

Jika kita bisa konsisten melakukannya bersama-sama, satu hari nanti bukanlah hal yang tidak mungkin Indonesia menjadi pusat industri game dunia.
More about4 Tipe Utama Pemain Game

Inilah 10 Orang Paling Kreatif di Dunia Teknologi

Diposkan oleh wans

Industri teknologi dan informasi diyakini sebagai gudangnya orang kreatif. Buktinya, ada banyak produk dan layanan inovatif terlahir dari industri ini.

Dari sekian banyak orang kreatif dalam bidang teknologi, BusinessInsider membuat daftar orang-orang paling kreatif dalam bidang tersebut.

Termasuk 10 orang di dalamnya adalah Jony Ive, Gabe Newell, Julie Uhrman, Yves Behar, Doug Cutting, Jack Dorsey, Perry Chen, Sebastian Thrun, Alex Kipman, dan Anne Wojcicki.

1. Jony Ive

Jony Ive adalah Senior Vice President of Industrial Design di Apple. Di perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs tersebut, Ive memimpin para desainer hardware dan software.

Sebagai kepala desainer, dia bertanggung jawab atas penampilan produk-produk andalan Apple, seperti MacBook, iPod, iPhone, dan iPad.

2. Gabe Newell

Gabe Newell adalah miliarder sekaligus pendiri dan bos perusahaan game, Valve Software. Valve menjadi beken berkat berbagai game besutannya, termasuk Half-Life dan Portal.

Perusahaan yang didirikan Newell pada 1996 ini mengaku diisi oleh orang-orang yang termotivasi untuk menciptakan produk-produk keren.

Selain Valve, Newell juga melahirkan Steam, sebuah situs online social game yang menampung ribuan judul game dan puluhan juta gamer sebagai anggotanya.

3. Perry Chen

Perry Chen adalah pendiri dan CEO Kickstarter, sebuah platform penggalangan dana (crowdfunding) untuk berbagai proyek kreatif, seperti proyek pembuatan film, game, musik, serta proyek desain dan teknologi.

Chen mendapat ide untuk memulai Kickstarter ketika dia ingin mengadakan sebuah konser tetapi kesulitan mengumpulkan dananya.

Dia lantas berpikir akan menyenangkan jika orang-orang bisa membantunya menggalang dana untuk konser tersebut dengan membeli tiket untuk diri mereka sendiri. Ternyata, konsep crowdfunding yang diterapkan Chen untuk Kickstarter berhasil. Kini, banyak startup lain yang juga menerapkan konsep serupa.

4. Julie Uhrman

Julie Uhrman sudah lama berkecimpung dalam industri game di Amerika. Dia pernah menjadi eksekutif di sejumlah perusahaan game ternama, seperti Vivendi Universal, IGN, dan GameFly. Uhrman adalah pendiri dan CEO Ouya, perusahaan pengembang konsol game berbasis Android.

Untuk mengembangkan konsol game baru ini, Uhrman menggandeng Yves Behar, desainer kondang yang juga merupakan pendiri perusahaan desain dan branding, Fuseproject. Untuk menggalang dana (crowdfunding) bagi proyek ini, Uhrman juga bekerja sama dengan Kickstarter.

5. Yves Behar

Yves Behar adalah desainer yang mendirikan Fuseproject, perusahaan yang bergerak dalam dunia desain dan branding. Fuseproject sudah menangani desain beragam produk, seperti produk olahraga dan fashion. Behar pun telah terlibat dalam berbagai proyek TI.

Salah satunya adalah proyek One Laptop Per Child yang dirintis oleh Nicholas Negroponte. Dalam proyek tersebut, Behar mendesain “XO” atau “laptop seratus dollar” yang pertama.

6. Doug Cutting

Doug Cutting mengundurkan diri dari Yahoo! untuk merintis Cloudera, sebuah perusahaan pengembang peranti lunak open source. Sebagai kepala arsitek di Cloudera, dia menciptakan Hadoop, sebuah teknologi "big data" yang kini digunakan oleh ribuan perusahaan.

Selain dikenal karena kontribusinya dalam berbagai proyek open source bagi dunia enterprise, Cutting juga dikenal sebagai pencipta mesin pencari open source, yakni Lucene dan Nutch. Saat ini, Cutting menjabat sebagai pemimpin di Apache Foundation.

7. Jack Dorsey

Jack Dorsey adalah co-founder dan mantan CEO Twitter.

Setelah sukses dengan Twitter, Dorsey mendirikan Square dan memimpin startup (perusahaan rintisan) yang bergerak dalam bidang mobile payment itu.

Square adalah aplikasi mobile payment berbasis iOS, yang dapat mengubah iPhone atau iPad menjadi sebuah mesin kasir.

8. Sebastian Thrun

Google Car, mobil yang bisa berlari sendiri tanpa dikemudikan oleh manusia, merupakan salah satu teknologi futuristik yang tengah dikembangkan oleh Google.

Sebastian Thrun adalah orang yang bertanggung jawab mewujudkan mobil itu menjadi kenyataan. Thrun dikenal sebagai "dewa" di bidang robotika dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

Dia pula yang mendirikan Google X, lab tempat Google mengembangkan berbagai teknologi masa depannya. Google X dipimpin langsung oleh co-founder Google, Sergey Brin. Sebagai Vice President dan partner Google, Thrun masih sempat mengajar dan memimpin departemen AI di Standford University.

9. Alex Kipman


Alex Kipman adalah orang yang mengembangkan Kinect, sensor gerak yang ditanamkan dalam konsol game Xbox 360 besutan Microsoft.

Butuh waktu tujuh tahun bagi Kipman dan timnya untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Selain mengembangkan Kinect, Kipman juga banyak mengembangkan produk-produk penting lainnya di Microsoft.

10. Anne Wojcicki

Anne Wojcicki adalah seorang ahli biologi sekaligus co-founder 23andMe, sebuah perusahaan bioteknologi yang aktif dalam berbagai riset untuk membantu orang-orang yang berisiko menderita penyakit-penyakit genetika, seperti kanker, diabetes, dan Parkinson.

Wojcicki adalah istri dari co-founder Google, Sergey Brin. Bersama timnya, Wojcicki berhasil membuat temuan mengenai gen yang dapat mengurangi risiko orang terkena Parkinson.
More aboutInilah 10 Orang Paling Kreatif di Dunia Teknologi